Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, menyebabkan anak terlalu pendek untuk usianya.
Menurut WHO, stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak berada di bawah minus dua standar deviasi (-2 SD) dari median standar pertumbuhan anak WHO. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
Asupan gizi yang tidak memadai selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan anak. Kekurangan protein, zink, zat besi, dan vitamin A.
Diare kronis, infeksi saluran napas, dan penyakit menular lainnya yang mengganggu penyerapan nutrisi dan pertumbuhan anak.
Akses air bersih yang terbatas, sanitasi buruk, dan kurangnya praktek hygiene yang baik meningkatkan risiko infeksi.
Gizi ibu saat hamil dan menyusui sangat berpengaruh. Anemia, KEK (Kurang Energi Kronis), dan kurangnya asupan nutrisi saat hamil meningkatkan risiko.
Perhatikan asupan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Berikan ASI eksklusif 6 bulan pertama, lalu MPASI bergizi seimbang.
Bawa anak ke posyandu secara rutin untuk penimbangan dan pengukuran tinggi badan. Deteksi dini membantu penanganan lebih cepat.
Pastikan anak mendapat protein hewani (telur, ikan, ayam, susu), sayuran, buah-buahan, dan karbohidrat yang cukup setiap hari.
Jaga kebersihan lingkungan, gunakan air bersih, cuci tangan sebelum makan dan setelah BAB, serta kelola sampah dengan baik.
| Kategori | Z-Score (TB/U) | Keterangan |
|---|---|---|
| Sangat Stunting | Z-Score < -3 SD | Sangat pendek untuk usia. Perlu penanganan segera. |
| Stunting | -3 SD ≤ Z-Score < -2 SD | Pendek untuk usia. Perlu pemantauan intensif. |
| Normal | Z-Score ≥ -2 SD | Tinggi badan sesuai dengan usia. Pertumbuhan normal. |